Satu Amalan Hikmah, Istikomah, dapat Berkah

Master Khilman

Terkadang, saya berpikir bahwa begitu banyak orang yang ingin punya amalan hikmah ini dan itu. Begitu banyak orang yang ingin melakukan amalan.

Baca juga artikel ini https://amalanhikmah.com/

Padahal, sebenarnya dirinya sendiri terkadang sudah begitu banyak amalan dari para kiyai atau para guru.

Lantas, ketika bertemu dengan guru yang lain, atau guru yang baru ditemuinya, lantas dia pun meminta amalan atau ijazah baru lagi.

Padahal, sebelumnya sudah punya cukup amalan hikmah yang seharusnya perlu diistikomahkan terlebih dulu.  Inilah salah satu sifat manusia, yakni serakah.

Manusia memang salah satu sifatnya tidak pernah puas. Saat sudah memiliki, lalu ingin memilikinya lagi dan lagi. Begitu terus.

Termasuk juga amalan hikmah, apalagi pencinta amalan hikmah. Biasanya, mereka mengkoleksi berbagai amalan hikmah tanpa dilakukan dengan istikomah.

Bagaimana bsia istikomah, satu amalan hikmah saja, terkadang bacaannya panjang atau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengamalkannya karena butuh ratusan atau ribuan kali dalam mengamalkannya.

Bayangkan, jika punya 5 amalan hikmah yang masing-masing waktunya 30 menit. Maka akan ada 150 menit, nyaris 1,5 jam untuk melakukan amalan ini.

Dan apakah, bisa benar-benar istikomah untuk mengamalkannya? Saya rasa tidak. Akan lebih bagus, lakukan amalan hikmah yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda, kemampuan Anda dan Anda merasa bisa istikomah.

Tidak perlu banyak-banyak, hanya butuh satu saja cukup saja, tapi benar-benar diistikomahkan. Sebab, ketika diri bisa istikomah, maka berkah pun akan datang.

Kenapa banyak orang yang merasa belum berhasil mendapatkan manfaat dari amalan hikmah yang dikerjakan?

Salah satunya karena belum hisa istikomah dalam menjalan amalan yang dilakukan. Saat punya amalan baru, amalan yang lama tak dilakukan.

Menurut Saya, seorang pencinta amalan hikmah adalah mereka yang mampu istikomah dalam menjalankan suatau amalan, bukan banyak koleksi amalannya, tapi tidak diistikomahkan.

Itu yang kurang tepat. Menurut saya pribadi, yang namanya pencinta amalan hikmah adalah yang bisa istikomah melakukannya, bukan karena banyak amalannya.

Jadi, jika sampai saat ini Anda punya amalan tertentu, sudah istikomah atau belum Anda melakukan amalan hikmah ini? Atau Anda ingin mencari amalan lain yang menurut Anda jauh lebih ampuh dan jauh lebih sakti?

Yang tahu adalah diri Anda sendiri. Mulailah perbaiki diri kita sekarang juga