Melakukan Amalan Hikmah Boleh Tak Istikomah Asalkan…….

Master Khilman

Seringkali Saya sampaikan bahwa melakukan amalan hikmah harus istikomah. Pernah tahu atau dengar istilah itu ya?

Jika pernah, artinya Anda termasuk orang yang menyimak dan mengikuti situs www.amalanhikmah.com sudah lama. Tapi, jika belum, maka kali ini Saya informasikan

Ya, melakukan amalan hikmah itu memang perlu istikomah, konsisten, dan penuh ketekunan.

Sebab, ketika Anda termasuk orang yang istikomah, maka karomah dan keberkahan selalu menyertai hidup Anda.

Bahkan, kata para wali, istikomah itu jauh lebih baik ketimbang seribu karomah. Artinya, orang yang bisa istikomah itu mampu untuk mengalahkan karomahnya para wali.

Kenapa judul artikel ini saya tulis bahwa melakukan amalan hikmah boleh untuk tak istikomah?

Begini, tak bisa dipungkiri bahwa melakukan amalan hikmah agar bisa istikomah itu tak mudah.

Buktinya, banyak orang yang tidak bisa melakukan amalan hikmah seumur hidupnya dengan amalan tersebut.

Biasanya, ketika sudah dapat amalan hikmah yang baru dari guru lain, amalan lama mulai jarang diamalkan.

Karena lebih bersemangat melakukan amalan hikmah baru dari guru baru lainnya. Pernahkah Anda mengalaminya?

Jika pernah, artinya memang istikomah itu tidak mudah. Saya sendiri juga mengakui akan hal ini.

Lantas, bagaimana caranya agar bisa dapatkan manfaat dari amalan yang dilakukannya?

Begini, ada satu hal yang menurut Saya bisa menggantikan istikomah tersebut. Apa itu?

Yakni, setiap kali Anda melakukan amalan itu, maka Anda perlu berkonsentrasi penuh. Konsentrasi dan menikmati amalan Anda.

Sebab, tak banyak orang bisa benar-benar menikmati amalan yang diamalkannya. Ketika sudah terbiasa melakukan amalan wirid misalnya, pikirannya melayang ke mana-mana

Tak bisa fokus pada amalannya. Sehingga tak bisa menikmati amalannya.

Nah, yang menjadi hal terpenting ketika Anda tak mampu istikomah, Anda benar-benar menikmati setiap amalan hikmah yang Anda lakoni.

Misalnya, Anda punya amalan sholawat 100 kali dalam sehari, maka nikmati saja amalan shoalwatnya.

Jangan terlalu cepat membaca bersholawat sehingga Anda tak bisa menikmatinya. Banyak orang yang melakukan ini

Yakni, membaca sholawat seperti membaca mantra. Tak bsia meresapinya, tak bisa menikmatinya.

Jika memang Anda tidak bisa istikomah, paling tidak saat Anda melakukan amalan hikmah, nikmati saja amalannya, bacalah dengan pelan, dan resapi.