Jangan Hanya Mengandalkan Amalan, Tapi Berikhtiar Maksimal Juga

Master Khilman

Apakah Anda termasuk orang yang suka melakukan amalan? Jika iya, berarti Anda termasuk orang yang suka prihatin

Ya, melakukan amalan dengan membaca wirid atau sholawat dalam jumlah tertentu, entah puluhan, ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu adalah termasuk orang yang benar-benar mau prihatin.

Sebab, tak banyak orang yang benar-benar mau melakukannya. Hanya saja, ada satu kelemahan bagi orang yang suka prihatin dengan melakukan amalan dengan ratusan atau ribuan kali wirid.

Apa itu kelemahannya? Sebagian besar mereka enggan melakukan usaha secara lahiriah. Karena hanya mengandalkan amalan atau wirid saja.

Apakah salah? Ya, jelas salah. Mereka, mungkin juga termasuk Anda adalah orang awam, orang biasa, dan bukan wali yang diberi karomah atau keajaiban.

Melakukan wirid saja, lalu datang keajaiban dan hajat Anda terkabul. Tidak seperti itu. Anda termasuk orang yang tidak diberi karomah oleh Allah.

Dan tentu saja, keajaiban tentu saja tidak terjadi terus menerus. Ada waktunya dan tidak selalu ada setiap waktu.

Itulah kenapa, bagi yang suka mengamalkan amalan atau wirid dalam jumlah tertentu yang enggan berikhtiar secara lahiriah, maka dia akan menderita sejadi-jadinya.

Sebab, yang didapatkan hanyalah lelah dan capek semata. Maka, mulailah untuk berikhtiar juga secara lahiriah. Jangan hanya mengandalkan amalan atau wirid saja. Hasilnya tak akan maksimal

Ibaratnya Anda berdoa saja tanpa usaha, kan sama saja bohong.

Anda tetap perlu melakukan usaha, baik usaha batin maupun lahiriah. Bagi Anda yang sedang punya usaha, maka berusahalah bagaimana agar usaha Anda bisa maju

Belajar bagaimana agar toko Anda ramai, banyak orderan, dan sebagainya. Bagi Anda yang belum punya jodoh, maka perbanyaklah silatur rahmi, baiknya secara offline, tapi kalau tidak bisa ya boleh online

Perbanyak kenalan lawan jenis. Intinya, perbanyak pertemanan Anda. Bagi Anda yang sedang bekerja profresional, maka belajarlah sesuai dengan bidang Anda.

Misalnya Anda seorang guru, maka belajarlah bagaimana caranya menjadi guru yang baik, bisa diteladani, disiplin, dan disukai siswa serta rekan kerja.

Bagi Anda yang profesinya seorang pengacara, belajarlah bagaimana caranya agar Anda benar-benar punya keahlian yang bagus di bidang ini. Belajar teknik komunikasi yang baik dan efektif, dan sebagainya.

Yang jelas, Anda tidak bisa hanya mengandalkan amalan saja, Anda tetap perlu melakukan usaha nyata. Jika Anda tak tahu dari mana mulainya, Anda bisa belajar pada orang-orang yang sudah sukses di bidang yang sesuai dengan Anda saat ini

Carilah mentor yang bisa membimbing Anda. Mentor ibarat guru yang akan membantu Anda untuk mencapai kesuksesan