Amalan Wirid Tanpa Jumlah Tertentu, Efektifkah?

Master Khilman

Dalam ajaran Islam, nabi seringkali mengajarkan untuk melakukan amalan-malan baik yang bisa dilakukan. Entah berupa doa, bacaan, atau wirid.

Dan biasanya memang ada jumlah hitungannya. Apa tujuannya? Tujuannya agar bisa terukur dan melatih kita untuk lebih sering mengingat Allah.

Lantas, setelah Nabi wafat, diteruskan para ulama, para wali, atau para guru spiritual tentang ajaran bacaan wirid tertentu.

Dan ini sudah menjadi turun temurun. Alhasil, begitu banyak amalan dan wirid yang jumlahnya tertentu. Ada hitungannya.

Lalu, pertanyaannya, jika melakukan amalan wirid tanpa jumlah tertentu, apakah boleh dan bisa? Jawabannya adalah bisa.

Mungkin, Anda bertanya lagi. Apakah bisa membuahkan hasil? Jawabannya adalah bisa.

Lantas, bagaimana caranya?

Sebelum ke pembahasan, perlu Anda tahu terlebih dulu bahwa tujuan adanya jumlah tertentu dalam wirid adalah untuk melatih keseriusan kita dalam melakukan sebuah amalan.

Misalnya, baca bismillah sebanyak 100 kali, istighfar 333 kali, dan seterusnya. Jika seseorang benar-benar serius melakukan amalan itu dan bisa istikomah, lalu dia ikhlas dan sungguh-sungguh dalam pengamalannya, maka dia bisa mendapatkan hasil.

Bahkan, hasilnya bisa di luar dugaan.

Lantas, bagaimana dengan yang tidak pakai jumlah tertentu? Katanya tadi bisa.

Ya, memang bisa. Dengan catatan, Anda benar-benar meresapi makna dari bacaan yang Anda ucapkan.

Ketika Anda bisa meresapinya, bisa dengan mudah gampang menghayatinya, lantas rasa yang muncul di dalam batin Anda adalah rasa damai, rasa bahagia, gembira, dan tenang, maka Anda bisa mendapatkan berkah dari bacaan tersebut.

Kemudian, Anda pasrahkan hasilnya kepada-Nya. Di sinilah percepatannya.

Bahkan, ini jauh lebih efektif ketimbang amalan dalam bacaan jumlah tertentu. Karena biasanya, orang yang melakukan amalan wirid seperti itu, mereka tidak benar-benar meresapi maknanya.

Yang dikejar hanya jumlah hitungan. Sedangkan tidak bisa sepenuhnya meresapi. Mulutnya berdziki, tapi pikiran dan batinnya tidak berdzikir, bagaimana bisa benar-benar merasuk?

Justru, lebih efektif melakukan bacaan amalan wirid tanpa hitungan kalau begitu. Karena benar-benar bisa merasuk, bisa khusyuk, inilah yang jauh lebih penting. Di saat inilah, maka pertolongan bisa datang