1 Kunci Keberhasilan Melakukan Amalan Hikmah

Ki Lutfi

Saat ini begitu banyak berbagai amalan yang beredar di internet. Tentu saja, tujuannya bagus, yakni untuk membantu orang-orang yang butuh sebuah amalan untuk pegangan dalam hidup.

Hanya saja, terkadang tidak banyak orang sadari bahwa amalan itu harus ada gurunya. Bukan gurunya di google atau internet. Harus ada juga sanadnya dan sebagainya.

Jika Anda hanya mengamalkan amalan tanpa guru entah di internet atau youtube yang tanpa Anda minta izin atau minta ijazah pada yang mengajarkan meski tidak langsung, bisa via online atau video call, tentu hasilnya kurang maksimal.

Bahkan, saking banyaknya orang yang rakus dengan amalan, mereka juga punya berbagai amalan, meski mendapatkan ijazah dari berbagai guru.

Nah, sekarang pertanyaannya, apakah Anda punya banyak amalan? Jika iya, seberapa istikomah Anda melakukan amalan itu?

Biasanya, orang sangat bersemangat mengamalkan ketika di awal-awal saja. Sedangkan, ketika tengah perjalanan mulai pudar semangatnya.

Dan saya yakin, tidak samua amalan yang dimilki diamalkan. Alhasil, banyak yang merasa belum berhasil merasakan manfaatnya.

Itu sebabnya, dalam ilmu hikmah, atau amalan hikmah, ada satu hal penting yang tidak boleh ditinggalkan. Apa itu? Yakni istikomah.

Istikomah inilah kuncinya. Jika Anda punya satu amalan saja, tapi Anda lakukan terus dan tetap istikomah, maka keselamatan menyertai Anda.

Kemudahan dan segala hajat pun bisa Anda capai atas izin dan kuasa-Nya jika Anda lakukan dengan istikomah.

Maka dari itu, tidak penting punya banyak amalan yang hanya sebagai koleksi saja, tapi tentukan dan pilih 1 amalan saja, lalu istikomahkan sampai kapan pun.

Itu justru jauh lebih penting. Meski, tidak menutup kemungkinan, dalam perjalan hidup ini Anda pun akan ketemu dengan orang-orang atau guru-guru yang bisa saja memberi Anda sebuah amalan atau ijazah.

Atau ketika Anda menelusuri internet, lalu Anda ketemu dengan amalan-amalan lain. Boleh saja Anda miliki. Tapi, telusuri saja dulu, apakah Anda benar-benar membutuhkan atau itu hanya sebagai pemuas nafsu keinginan Anda saja?

Sekali lagi. Satu saja amalan yang perlu Anda tentukan untuk tujuan hidup Anda. Setelahnya, amalkan dengan istikomah.

Sebab, saat Anda istikomah dan Anda bisa menikmati amalan tersebut, Anda bisa denga mudah mendapatkan manfaatnya.